Kisah Keluarga Ros Menyentuh Hati Pemerintah: Dinsos Koltim dan Polsek Ladongi Turun Langsung

DAERAH1552 Dilihat

Kolaka Timur – Masih ingat dengan kisah keluarga Ros, ibu rumah tangga yang mengidap kelainan jantung dan merawat dua anak penyandang disabilitas di Kelurahan Welala, Kolaka Timur?.

Beberapa waktu lalu, kisah perjuangan mereka hidup di tengah keterbatasan sempat mengundang haru dan empati banyak pihak. Kini, cerita itu berlanjut — menyentuh perhatian pemerintah dan aparat setempat.

Setelah kisah mereka diberitakan media, perhatian datang dari Dinas Sosial Kabupaten Kolaka Timur dan Polsek Ladongi. Kepala Dinas Sosial Kolaka Timur, Bobby Egy Suwirno, S.Pd., M.Si., bersama Kapolsek Ladongi IPTU Agus Bone, S.H., langsung bergerak menuju kediaman keluarga tersebut.

Menariknya, meski tanpa janjian, keduanya tiba di lokasi pada hari yang sama.

Saat bantuan diserahkan, mata Ros berkaca-kaca. Ia menatap paket sembako yang diterima, menahan haru, dan sesekali menoleh ke anak-anaknya. Si bungsu, Riski, meringkuk di pangkuan ibunya dengan wajah lemah, sementara Bintang, yang tubuhnya kurus dan masih mengalami gangguan pendengaran, menatap bingung ke arah paket bantuan. Ros mengusap pelan kepala kedua anaknya, seolah ingin memberi semangat. Suasana rumah kayu sederhana itu, meski terbatas, terasa hangat oleh perhatian yang hadir.

“Kami baru tahu setelah membaca pemberitaan media. Setelah kunjungan ke rumah warga penyandang kelumpuhan di Atula, kami langsung ke sini,” ujar IPTU Agus Bone.

Kadis Sosial Bobby Egy Suwirno, S.Pd., M.Si. mengaku prihatin dengan kondisi keluarga Ros. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi cepat untuk memastikan status sosial keluarga tersebut agar bisa segera masuk dalam daftar penerima bantuan resmi.

“Saya juga kaget kok bisa ada begini?!.  Saya tanyakan ke petugas termasuk ke Camat Ladongi untuk konfirmasi. Ternyata sudah diupayakan pengajuannya, hanya saja terkendala masalah data,” kata Bobby.

Ia pun menyarankan agar keluarga Ros mengajukan permohonan bantuan melalui Lumbung Sosial, sehingga dukungan dapat lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Karti, kepala lingkungan setempat, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan, Ros dan keluarganya memang beberapa kali berpindah tempat tinggal antara wilayah Kolaka Timur dan Konawe Selatan, sehingga data administrasi mereka menjadi tidak sinkron.

“Mereka ini sudah beberapa kali pindah-pindah, kadang di Koltim, kadang di Konsel. Jadi datanya tidak cocok, dan itu yang bikin mereka belum masuk bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Welala, Rudi, S.Si, mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial dan Polsek Ladongi. Ia juga memuji kinerja aparat di tingkat lingkungan.

“Saya serahkan teknisnya ke ibu lingkungan, saya selalu support,” kata Rudi.

Karti menambahkan, “Pak lurah selalu memantau dan memberi dukungan dalam setiap langkah kami di lapangan.”

Bobby menimpali, Luar biasa kepala lingkungan bapak, agresif sekali. Ini yang kami harapkan dari pemerintah di tingkat kelurahan.

Menutup kunjungan, tim dari Dinas Kesehatan Kolaka Timur melakukan pengecekan kesehatan terhadap Ros dan kedua anaknya. Tim medis memeriksa kondisi Ros, pertumbuhan dan kondisi fisik kedua anaknya, sekaligus memberikan arahan singkat mengenai perawatan di rumah.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas instansi masih berjalan kuat di Kolaka Timur — menunjukkan bahwa setiap warga yang membutuhkan, seperti keluarga Ros, tidak akan dibiarkan berjuang sendirian. Di rumah kayu sederhana itu, setiap senyum, tatapan anak-anak, dan genggaman tangan Ros menjadi pengingat bahwa kepedulian nyata masih ada di tengah perjuangan hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *