Kolaka Timur — Pekerjaan jaringan utama Daerah Irigasi (D.I.) kewenangan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di D.I. Andowengga, Kabupaten Kolaka Timur, mengalami pembongkaran sebagian bangunan saluran setelah ditemukan ketidaksesuaian dengan gambar rencana.
Sekitar delapan meter bangunan saluran yang sudah terpasang dibongkar kembali atas instruksi konsultan supervisi PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu yang tercantum dalam gambar rencana proyek.
Pekerjaan jaringan utama di D.I. Andowengga ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana.
Kesalahan teknis yang menyebabkan pembongkaran disebut terjadi karena kurangnya pemahaman pekerja (tukang) dalam membaca dan memahami gambar rencana yang telah disediakan oleh kontraktor pelaksana. Akibatnya, terdapat bagian bangunan yang tidak sesuai dengan ukuran dan spesifikasi yang ditentukan.
Menurut pengawas lapangan H. Andi Bakri, pekerjaan saluran yang dibongkar tersebut merupakan hasil kerja Tim 7, salah satu dari 12 tim tukang yang diturunkan dalam kegiatan pembangunan jaringan utama D.I. Andowengga.
Ia menegaskan, kesalahan seperti ini tidak boleh dibiarkan karena proyek ini menyangkut kepentingan masyarakat dan aset negara.
> “Kesalahan teknis di lapangan kita harus tindaki. Kita tidak boleh membiarkan, apalagi ini kepentingan masyarakat, punya negara. Kami arahkan. Ini bukan proyek pribadi,” tegasnya.
Andi Bakri juga menjelaskan, meskipun pihak pengawas sudah memperlihatkan gambar dan ukuran pekerjaan, tukang masih tampak kurang memahami detail teknis, terutama dalam hal pemasangan batu pada dinding saluran.
“Walaupun setelah diperlihatkan gambar dan ukuran, masalah pemasangan batu dia masih kurang paham,” jelasnya.
Pengawas kini terus melakukan pendampingan langsung terhadap seluruh tim tukang untuk memastikan pekerjaan berikutnya berjalan sesuai spesifikasi. Tindakan korektif ini juga menjadi bagian dari komitmen terhadap mutu konstruksi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek pemerintah.
Pekerjaan jaringan utama D.I. Andowengga merupakan bagian dari program pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi kewenangan daerah yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian di wilayah Kolaka Timur, yang menjadi salah satu sentra produksi padi di kawasan tersebut.
Dengan pembongkaran dan penyesuaian kembali terhadap gambar rencana, diharapkan kualitas pekerjaan jaringan utama D.I. Andowengga dapat terjamin sesuai dengan spesifikasi teknis serta memberikan manfaat optimal bagi para petani di daerah itu.














